Pages

Rabu, 13 November 2013

Profil Lars Ulrich


LARS ULRICH
Lahir:
Gentofte, Denmark 26 Desember 1963
Posisi:
Drummer, penulis lagu, produser
Aktif:
1980 – sekarang
Pekerjaan sebelumnya :
kurir.
Instrumen :
Tama Starclassic Maple, LU Magnetic Orange/Green; Zildjian cymbals; Remo drumheads; Ahead Lars Ulrich Signature Sticks; Calato Regal Tip Lars Ulrich Signature sticks


Lars Ulrich adalah penggagas dan salah satu pendiri band heavy metal asal Amerika Serikat, Metallica. Lahir dari keluarga kelas menengah atas. Ayahnya, Torben Ulrich, adalah seorang petenis nasional Denmark. 

Masa Kecil
Ayah baptis Lars Ulrich adalah seorang saxophonist Dexter Gordon. Pada bulan Februari tahun 1973 ayahnya, Torben, memberikan 5 tiket konser Deep Purple kepada 5 temannya yang rencananya akan digelar di stadion tempat Torben ikut turnamen tenis. Ternyata 1 orang tak bisa datang, dan tiketnya diberikan kepada Lars yang saat itu belum genap 10 tahun. Kagum dengan penampilan band itu, Lars membeli album Fireball esok harinya. Konser dan album itu memberi pengaruh besar kepada Lars Ulrich, menginspirasinya memasuki dunia rock n' roll dan akhirnya, heavy metal. Mengetahui ketertarikannya kepada musik, saat Lars berusia 12 tahun neneknya memberi hadiah perangkat drum yang pertama, Ludwig. 

Karena ayah dan sepupu laki-lakinya bermain tenis, Lars Ulrich terdorong untuk tingkatkan kemampuannya dan akhirnya pindah ke Amerika Serikat tahun 1980. Begitu tiba di Los Angeles, ketertarikan pada musik independen begitu tinggi hingga Lars menjadi pelanggan penjual rekaman independen dari Inggris dan mengoleksi banyak kaset dan vinyl band-band underground. Koleksi ini yang membuat James Hetfield, di awal perkenalan mereka begitu antusias main ke rumah Lars Ulrich , untuk menikmati koleksi musiknya.

Tahun 1981 Lars Ulrich terpesona oleh band heavy metal Inggris, Diamond Head. Dia tertarik pada style musik mereka setelah membeli album Lightning to the Nations (1980). Dia terbang ke London untuk menonton konser mereka di Woolwich Odeon. Ternyata Lars kurang memperhitungkan perjalanan ini dan bingung mau tidur di mana setelah konser. Lalu dia berusaha masuk backstage, bertemu band dan menjelaskan betapa jauhnya dia berasal demi konser itu. Dia bicara dengan vokalis mereka, Sean Harris, dan kemudian gitaris band itu Brian Tatler mengijinkan Lars tinggal bersamanya di Stourbridge, di mana untuk beberapa minggu Lars tidur di lantai rumahnya. Ini adalah masa penting bagi Lars, karena saat itu dia menyaksikan sendiri proses penciptaan lagu dan pembuatan lagu Diamond Head oleh Sean Harris dan Brian Tatler. Pengalaman ini yang memberinya bekal dalam penciptaan dan penyusunan album Metallica di masa depan. Hingga kini Lars masih seorang penggemar Diamond Head dan telah lakukan mixing album mereka The Best of Diamond Head.

Karir
Melalui iklan kecil untuk mencari teman ngejam, Lars bertemu James Hetfield di Downey, California dan membentuk band Metallica. Nama ‘Metallica’ diperoleh dari temannya, Ron Quintana, yang sedang mencari nama untuk majalah penggemar heavy metal yang akan dia ciptakan. Dua nama muncul yaitu ‘Metal Mania’ dan ‘Metallica’. Lars mendorong Quintana menggunakan Metal Mania sebagai nama majalah, karena ingin menjadikan Metallica sebagai nama bandnya sendiri. Nama lain yang sempat disusun Lars sebelumnya untuk nama band-nya antara lain: Dungeon, Thunderball, Helldriver, Vietnam, Black Widow, Bigmouth and Friends, Flying Tigers, Nixon, Nix, The Bad Musicians, dll.

Lars dikenal sebagai pionir dalam teknik menggebuk drum aliran thrash metal. Dia sering gunakan teknik dobel bass dalam gaya ‘Latin breakbeats’ (dipengaruhi lagu Overkill-nya Motorhead) yang kemudian teknik ini menjadi populer di kalangan drummer heavy metal. Contoh untuk hal ini bisa ditemukan dalam lagu Metal Militia (album Kill ‘Em All), Fight Fire with Fire (Ride the Lightning), Battery dan Damage Inc. (Master of Puppets), Blackened, One, dan Dyers Eve (...And Justice for All), That Was Just Your Life dan All Nightmare Long (Death Magnetic). Teknik drumnya begitu terkenal dalam lagu ‘One’ (...And Justice For All) dan pembukaan lagu ‘Enter Sandman’ (Metallica). Sejak rilis album Metallica, Lars lebih menyederhanakan gaya ngedrumnya, dan mengurangi perangkat drumnya, dari 9 unit menjadi 7 unit. Namun gaya permainannya kembali gahar sejak album Death Magnetic, dan juga masih terlihat mainkan double bass drum dalam lagu baru mereka tahun 2014 'The Lords of Summer'.

Lars juga menyumbang suara pada pembukaan lagu ‘Leper Messiah’ dan juga melakukan 4 hitungan dalam bahasa Denmark dalam videoklip lagu ‘St. Anger’. Selain itu dia juga menyanyi pada bagian bridge lagu '53rd & 3rd' dalam album kompilasi We're A Happy Family: A Tribute to Ramones

Debut akting Lars dilakukan dalam film produksi HBO ‘Hemingway & Gellhorn’ yang disyuting bulan Maret 2011 dan dirilis 28 Mei 2012. Ulrich juga muncul sebagai cameo (peran numpang lewat) sebagai dirinya sendiri dalam film ‘Get Him to the Greek, sebagai partner karakter Jackie Q. Tahun 2012 juga Lars menjadi fokus dalam film dokumenter ‘Mission to Lars’. Film garapan Kate dan Will Spicer berkisah tentang perjalanan mereka bersama saudara mereka, Tom, yang hidup di Devon, Inggris, penderita Sindrom Fragile X, yang mencoba bertemu Lars pada salah satu konser Metallica tahun 2009 di California. Tahun 2013 Lars juga ‘sedikit’ berakting dalam film terbaru Metallica, ‘Through The Never’, dan di akhir 2015 Lars muncul dalam film komedi The Radio Dreams.

Lars juga berada di ranking 5 dalam 5 drummer metal top dari That Metal Show.

Kontroversi Napster
April 2000, Lars mewakili Metallica berhadapan dengan situs berbagi file Napster, menuntut perusahaan itu karena pelanggaran hak cipta dan ‘kesepakatan bisnis tidak jujur (racketeering)’. Pada bulan Juli 2000, dia bersaksi dihadapan Komite Yudisial Senat setelah menemukan seluruh katalog Metallica, termasuk lagu ‘I Disappear’ yang belum selesai, bisa didownload gratis dalam layanan Napster. Mereka menuntut ganti rugi $10juta atau rata-rata $100.000 per lagu yang didownload. Hal ini melahirkan panggilan baru untuknya: ‘Lar$’, serta julukan 'Sell Out' (komersial belaka, tidak independen) kepada band Metallica. Kasus diselesaikan secara damai, artinya tidak ada ganti rugi yang dibayarkan, namun Napster diminta lakukan blocking kepada 300.000 penggunanya. Kasus ini sempat mengakibatkan marahnya sebagian fans Metallica yang melakukan aksi bakar koleksi di depan gedung pengadilan, namun di sisi lain tindakan Lars juga didukung oleh sebagian artis lain. Tercatat artis Jay-Z juga pernah mengajukan gugatan.

Gaya Permainan
Permainan drum Lars mengalami perubahan selama karirnya. Tahun 1980-an dikenal karena beat yang cepat dan agresif.

Lars memiliki kebiasaan dalam gaya ngedrumnya, termasuk beat double bass yang cepat dan bersih dan isian drum yang tergolong ‘berat’. Permainannya dikenal sering sinkron dengan gitar rhythm dari James Hetfield. Namun, antara tahun '90-an hingga 2000-an, dia lebih sederhanakan ritme drum sesuai dengan penyederhanaan lagu-lagu Metallica saat itu. Hal ini kemudian menuai kritik atas kemampuan musiknya. Terutama diawali sejak album Metallica atau The Black Album, hingga dilirisnya album St. Anger. Dalam album original kesembilan mereka, Death Magnetic, Lars berusaha kembali ke gaya 1980-an, dengan permainan lebih kompleks dan ritme cepat.

Kehidupan Pribadi
Lars sudah menikah dua kali. Yang pertama tahun 1988 dengan Debbie Jones, wanita Inggris yang dijumpai saat tur, tapi cerai tahun 1990 saat menggarap album Metallica. Pernikahan kedua dengan Skylar Satenstein, mantan pacar aktor Matt Damon, dalam kurun 1997-2004. Mereka dikaruniai dua anak yaitu Myles (lahir 1998), dan Layne (lahir 2001). Myles mengikuti jejak Lars dengan bermain drum untuk band My Missing Half.

Lars kemudian berkencan dengan aktris Denmark Connie Nielsen dari pertengahan 2004 hingga 2012. Dari hubungannya ini lahir bocah laki-laki Bryce Thadeus Ulrich-Nielsen tahun 2007 di San Francisco. Saat bertemu Lars, Nielsen sudah punya anak laki-laki bernama Sebastian (lahir 1991). Saat ini Lars bertunangan dengan model Jessica Miller.

Ulrich memiliki kegemaran mengkoleksi seni. Ayahnya, Torben, juga seorang penyuka seni dan lukisan. Lars tumbuh dikelilingi seni dan musik. Setelah membentuk Metallica, dia sering mengunjungi museum dan galeri seni di sela jadwal tur. Dalam wawancara tahun 2002 Lars ungkapkan : “Kurasa aku bisa tenggelam dalam seni dan kabur dari urusan musik. Itu menjadi tempat persembunyian hebat.”

Ketika Metallica ditahbiskan sebagai Rock and Roll Hall of Fame tahun 2009, Lars adalah orang Denmark pertama yang menerima penghargaan ini. Lars berteman dengan Noel Gallagher, dan menjadi salah satu penggemar band Noel dahulu, Oasis, dan menyatakan bahwa Noel adalah inspirasi baginya untuk berhenti menggunakan kokain tahun 2008. Lars juga mengungkapkan keinginannya untuk suatu saat bisa main drum dalam band Noel Gallagher kini, High Flying Birds.

Discografi
Metallica
Kill 'Em All (1983)
Ride the Lightning (1984)
Master of Puppets (1986)
...And Justice for All (1988)
Metallica (1991)
Load (1996)
ReLoad (1997)
Garage Inc. (1998)
St. Anger (2003)
Death Magnetic (2008)

Mercyful Fate
In the Shadows (Guest drummer on "Return of the Vampire" - 1993)

Profil anggota lain :
James Hetfield
Kirk Hammett
Rob Trujillo
Jason Newsted
Cliff Burton
Dave Mustaine
Ron McGovney

Tidak ada komentar:

Posting Komentar