Pages

Jumat, 09 September 2016

Album Hardwired... To Self-Destruct - 2016



Rilis : 18 November 2016
Rekaman dan mixing : HQ, San Rafael, CA. Mei 2015 - Agustus 2016
Durasi : 1 jam 17 menit 26 detik
Label : Blackened Recordings
Produser : Greg Fidelman bersama Hetfield dan Ulrich

Diluncurkan dalam double album (2 CD) yang berisi 12 lagu.
Format : Digital, CD audio, dan berbagai varian vinyl.

Tracklist CD 1:
1. Hardwired (Hetfield/Ulrich) - 3:09
2. Atlas, Rise! (Hetfield/Ulrich) - 6:28
3. Now That We're Dead (Hetfield/Ulrich) 6:59
4. Moth Into Flame (Hetfield/Ulrich) - 5:50
5. Dream No More (Hetfield/Ulrich) - 6:29
6. Halo on Fire (Hetfield/Ulrich) - 8:15

Tracklist CD 2:
1. Confusion (Hetfield/Ulrich) - 6:41
2. ManUNkind (Hetfield/Ulrich/Trujillo) - 6:55
3. Here Comes Revenge (Hetfield/Ulrich) - 7:17
4. Am I Savage? (Hetfield/Ulrich) - 6:29
5. Murder One (Hetfield/Ulrich) - 5:45
6. Spit Out the Bone (Hetfield/Ulrich) - 7:09

Bonus Deluxe Edition :
1. Lords of Summer 2016 - 7:10 (Hetfield/Ulrich/Trujillo)
2. Ronnie Rising Medley - 9:03
3. When A Blind Man Cries - 4:35
4. Remember Tomorrow - 5:50
5. Helpless (Live at Rasputin Music) - 3:08
6. Hit The Lights (Live at Rasputin Music) - 4:07
7. The Four Horsemen (Live at Rasputin Music) - 5:19
8. Ride The Lightning (Live at Rasputin Music) - 6:56
9. Fade To Black (Live at Rasputin Music) - 7:24
10. Jump In The Fire (Live at Rasputin Music) - 5:13
11. For Whom The Bell Tolls (Live at Rasputin Music) - 4:32
12. Creeping Death (Live at Rasputin Music) - 6:43
13. Metal Militia (Live at Rasputin Music) - 6:07
14. Hardwired (Live in Minneapolis) - 3:30

Untuk rilis digital dan berbagai varian vinyl, urutan lagu berbeda dengan urutan versi CD (lihat di Metstore ). Menurut Lars Ulrich hal ini dikarenakan begitu dinamisnya proses pembuatan album, dan di saat akhir ada perubahan keputusan tentang urutan lagu, namun proses cetak vinyl sudah berjalan.

Setelah 8 tahun sejak diluncurkan album Death Magnetic, kini Metallica merilis album studio ke-10 mereka. Tak tanggung-tanggung, dobel album dikeluarkan dalam berbagai format. Proses peluncuran album ini sempat mengagetkan penggemar dan dunia musik, pasalnya perkembangan proses rekaman dan mixing tidak begitu jelas diumumkan oleh Metallica.

Wacana produksi album baru telah menghangat sejak tahun 2011 ketika Rob Trujillo menyatakan bahwa mereka mulai proses rekaman album baru bersama Rick Rubin. Namun akhirnya Metallica mengajak Greg Fidelman untuk memproduseri album ini. Konfirmasi dipastikan ketika Metallica membuat video 'welcome greeting' kepada fifth member pada 30 Oktober 2015, dua hari setelah mereka luncurkan web baru dan sistem keanggotaan baru. Dalam video itu terlihat James sedang lakukan rekaman di studio dan mainkan sekilas riff lagu untuk album baru.

Isi dari CD bonus Deluxe Edition mengalami perubahan sebelum dirilis. Pada pengumuman pre-order pertama di metallica.com CD bonus berisi lagu Lords of Summer (2016) ditambah 13 riff origins (riff awal atau demo). Namun pada 19 September 2016 daftar isi CD bonus berubah seperti di atas, yaitu Lords of Summer, ditambah 3 lagu cover yang sudah pernah dirilis (lihat Metallica Kompilasi) yaitu : Ronnie Rising Medley (Tribute to Ronnie James Dio), When A Blind Man Cries (Tribute to Deep Purple), Remember Tomorrow (Tribute to Iron Maiden). Konten CD 3 ditambah rekaman live RSD (Record Store Day) di Rasputin Music, Berkeley, CA pada 16 April 2016, dan rekaman live debut lagu baru Hardwired di Minnesota, 20 Agustus 2016. Meskipun semua lagu di CD 3 sudah pernah dirilis, baik secara fisik ataupun digital, namun pihak Metallica mengatakan bahwa semua lagu live di deluxe edition ini mengalami proses mixing lagi yang dilakukan oleh Greg Fidelman.

Peluncuran album ini didahului dengan dilepasnya single pertama berjudul Hardwired, yang menghentak dunia musik cadas pada tanggal 18 Agustus 2016, saat radio 93X lakukan wawancara dengan Lars tentang persiapan konser mereka di Minneapolis. Saat itu, tanpa diduga, Lars Ulrich meminta untuk diputarkan single terbaru mereka dari alat yang dipegang Lars, disambungkan kabel ke audio input di radio 93X ( sumber Billboard.com ).

Di hari yang sama, video klip Hardwired juga diunggah di channel youtube resmi Metallica yaitu MetallicaTV bersamaan dengan dikirimkannya email untuk download gratis lagu single ini khusus kepada Legacy Member atau anggota fan club yang pernah bergabung saat MetClub masih berbayar (saya dapat juga dong.. :D). Untuk non legacy member yang telah melakukan pembelian preorder versi digital, dapat langsung mendownload 1 lagu ini hari itu juga.

Kemudian lagu kedua berjudul Moth Into Flame dipublikasikan lewat video klip di saluran metallica.com dan youtube resmi mereka pada 26 September 2016. Lagu kedua yang merupakan track ke-4 dari CD 1 ini juga memperoleh sambutan positif dari fans dan media. Berbeda dengan lagu Hardwired, lagu ini tidak tersedia untuk didownload di mana pun sebelum tanggal 18 November 2016.

Pada saat perayaan Halloween tanggal 31 Oktober 2016 (1 November 2016 WIB) Metallica kembali memperdengarkan lagu ketiga (track 2 CD 1) yang berjudul Atlas, Rise! melalui streaming online dan radio. Fans dapat membeli topeng Haloween dari Metallica di toko-toko musik yang ditunjuk di seluruh dunia, yang mana di topeng tersebut tertera kode akses untuk streaming lagu Atlas, Rise! lebih awal 30 menit sebelum bisa diakses umum. Sayang sekali, di Asia hanya toko-toko di Jepang dan Korea yang memperoleh kesempatan tersebut.

Tanggal 12 November 2016, atau 1 minggu sebelum rilis resmi, audio mp3 edisi standar album ini telah bocor dan beredar secara ilegal di kalangan fans.

Lebih mengejutkan lagi, Metallica pada tanggal 16 November 2016, dalam satu hari, setiap 2 jam meluncurkan 1 videoklip dari seluruh lagu yang tersisa di album ini ditambah video klip 1 lagu bonus Lords of Summer. Lagu Lords of Summer ini telah mengalami proses daur ulang atau remake dari single yang diluncurkan pada tahun 2014.

Lirik
Dalam wawancara dengan editor majalah Met Club, So What! Steffan Chirazi yang diposting di situs resmi metallica.com, James Hetfield membicarakan tentang lirik masing-masing lagu, tentang inspirasinya menulis lagu di album ini. Saya coba merangkumnya sebagai berikut:

HARDWIRED
Ini lagu terakhir yang kami buat, rencananya hanya sepanjang 2 menit, seperti rata-rata lagu Ramones atau Misfits. Ini sangat simpel, sangat punk. Memang liriknya tidak seindah karya Shakespeare, tapi itu adalah rangkuman dari seluruh album ini : apakah manusia telah lakukan hal yang benar? Ataukah kita akan musnah, mengganti diri kita dengan elektronika? Apakah kita harus jadi robot? Apakah kita sedang terikat untuk menghancurkan diri?
Istilah itu (hardwired to self-destruct) datang dari teman ku saat bicara tentang kecanduan akan perjuangan (struggling addict). Kita ditakdirkan mati, dan sebelum itu apa yang kita lakukan? Mempercepatnya, menghancurkan hidup kita, itu yang nyantol ditelingaku.


ATLAS, RISE!
SC: Kurasa tentang martir.
JH: Tentu. Mitologi tentang Atlas yang dipaksa menanggung beban dunia sebagai akibat perbuatannya sebelumnya. Itu menjadi tugasnya. Kurasa ada orang yang hidup berdasarkan pemikiran itu, sebagai martir bagi orang lain, mengambil tanggung jawab terlalu berlebihan. Menjadi martir dan selalu memunculkan pertentangan dengan prasa bersalah. Orang akan bilang, "Ringankanlah, bagilah bebanmu denganku, hidupmu terlalu berat." Namun ketika itu terjadi, orang kemudian sadar dan "Wah, bebannya dibagi, jangan bicara lagi soal martir."

NOW THAT WE'RE DEAD
SC: Kurasa ini pertanyaan tentang keyakinan, atau kenyamanan, dalam kematian manusia.
JH: Pada akhirnya kita semua sama. Kita telah bersama dan saling bantu dalam hidup. Seperti kisah Romeo dan Juliet. Lagu ini bisa bermakna apa saja, maksudku, kita sebenarnya saat ini mati, dan menuju kehidupan berikutnya. Saat pasangan hadapi masalah, lalu kalian memasuki sisi selanjutnya, yaitu mempercayai orang lain. Ini juga bisa bermakna : Kita tak tahu apa yang terjadi selanjutnya, yuk kita coba. Ayo lakukan."

MOTH INTO FLAME
JH: Cukup jelas dari judulnya. Dan akhir-akhir ini semua orang terobsesi menjadi terkenal, populer. Apakah itu lewat akun facebook atau selfie di jalanan. Tahukah kalian itu sangat egoistis? Tapi kurasa generasi berikutnya akan lebih mudah menerima perubahan di sekitarnya. Inspirasi utama lagu ini adalah film (dokumenter) Amy Winehouse berjudul AMY. Ada adegan yang menggangguku, saat Amy keluar dari flatnya, paparazzi langsung menyerbu, bertanya macam-macam dan memotret, sebelum dia masuk ke limosinnya. Bagaimana kita tahu apa yang nyata dan yang tidak? Semua orang di sekitarmu selalu bilang ya, ya, ya, Dia tersesat, dan mulai meyakini bahwa menjadi terkenal adalah hal terbaik. Dan limosin berubah menjadi mobil jenazah. Kamu pindah dari satu kegilaan ke kegilaan lain yang lebih sulit.

DREAM NO MORE
JH: Riff yang bagus, terutama di chorus dengan lirik "turn to stone". Menyaksikan media (massa), kau tak bisa berpaling, dan hanya mematung karena selalu disuguhi hal-hal buruk yang sedang terjadi, horor. Lalu kita menjadi mati rasa. Pada dasarnya lagu ini adalah kelanjutan dari Call of Ktulu bagiku. Ini adalah jawaban Cthulhu, dalam mitos dia bangkit, dan jika kau memandang bayangannya kau akan berubah jadi batu.


HALO ON FIRE
Jelas sekali dalam lagu ini kita bisa membandingkan dengan diri kita, kebaikan, keburukan, dan kapan hal-hal itu muncul keluar, menunjukkan dirinya. Beberapa orang menilai diri nya seperti orang suci. Pada dasarnya kau menjauh dari dirimu yang sebenarnya, berbohong menutupi hal burukmu. Aku melihat ringkasan film Fifthy Shades of Grey, dan kulihat seorang yang sukses. tapi kemudian dia punya ruang khusus di basement untuk lakukan penyiksaan dan horor yang membuatnya puas. Dan orang-orang suka dan menginginkannya. Pada akhirnya kedua pihak berdarah-darah, tidak bagus bagi keduanya.

CONFUSION
Secara umum tentang PTSD (Posttraumatic Stress Disorder, sebuah kondisi kejiwaan yang terguncang pada orang yang mengalami peristiwa traumatis, mengerikan, menegangkan, atau membahayakan hidupnya, misalnya ikut perang - tepush). Horor, trauma dari tugas perang yang dibawa pulang ke rumah.
Film American Sniper memperlihatkan dengan jelas, terutama adegan seseorang yang kembali ke lokasi pertempuran karena ingin menyelamatkan temannya (aku harus selamatkan saudaraku, kalau aku pergi dia akan mati). Pembenaran, bentuk lain 'martir' untuk kecanduannya pada drama perang, dan mengabaikan keluarga di rumah.
Tapi PTSD bisa dimana saja, di masa kecil, dunia olah raga atau pun bidang kerja yang memakai seragam, bahkan saat ada di band. Ada kekuatan yang memaksa kita melakukan tugas, memerintah. Ketika kami tour, semua hal sudah terencana dan ada yang mengurus dan memberikan perintah atau tugas untuk kami kerjakan dengan baik. Tapi ketika pulang ke rumah, terasa tidak nyambung, karena tidak ada perencanaan, semua sudah terkendali, ada perasaan tidak dibutuhkan. Ada beragam bentuk PTSD.


MANUNKIND
Manusia adalah makhluk penuh dosa yang berusaha memperbaiki kesalahannya. Kita seperti selalu terlihat sangat hina di mata Tuhan. Kita harus terus membuktikan setiap hari bahwa kita bukanlah orang jahat. Memang akan selalu ada orang yang tidak baik, dan kita suka menyalahkan hal buruk yang terjadi karena orang seperti itu. Tapi kita punya keyakinan bahwa kita akan mampu melaluinya, belajar darinya, dan menjadi bagian dari solusi bukannya manambah persoalan.


HERE COMES REVENGE
Tentang Morgan Harrington (fan yang jadi korban pembunuhan saat konser Metallica di Virginia, cek di sini - tepush). Tentang banyaknya keluarga yang kehilangan anggotanya karena direnggut orang lain. Aku punya teman yang anaknya tewas, ada lagi pasangan suami istri yang selalu mengikuti tour kami karena almarhum putrinya yang tewas oleh supir mabuk, adalah fans Metallica. Mereka berusaha tetap terhubung dengan anaknya dengan cara menikmati konser dan musik yang disukai anaknya. Ini menakjubkan dan sangat kuat. Saat mereka kehilangan puta/putrinya, itu adalah saat yang rapuh, dan butuh kekuatan besar untuk tidak marah kepada orang yang mengambil nyawa anaknya.
Dan lagu ini adalah perspektif ku jika aku mengalami hal itu. Aku akan bersumpah membalas dendam, mendoakan hal buruk terjadi kepada pelakunya, dan menganggap itulah jawaban (dari sakit hatiku). You ask forgiveness, I give you sweet revenge. Dan pada akhirnya, aku tahu itu salah.


AM I SAVAGE?
Ada kata yang kuat sekali bagiku di album ini : warisan (inheritance). Bahkan aku berpikir menjadikannya sebagai judul album. Baik atau buruk, kita pasti mewarisi sesuatu. Di dalam darah kita, gen kita, di akun bank, atau tampang kita. Dan memiliki anak remaja adalah saat yang sulit menjadi ayah. Kita ingin anak-anak kita menjadi sesuatu yang kita inginkan, jangan sampai mengalami hal buruk yang kita alami dulu. Kita ajari mereka hal yang menurut kita penting, tapi mereka ingin menjadi diri sendiri dan lakukan hal-hal mereka sendiri. Aku jadi sering marah karena mereka tidak lakukan yang aku suruh, sedangkan tujuanku baik. Ayahku menggunakan kemarahan sebagai alat (untuk mendidik anak), dan aku mewarisinya. Tapi kini aku belajar mengendalikannya, aku lebih baik.

MURDER ONE
Tak banyak yang tahu apa itu Murder One. Aku mencoba membahasnya tidak secara langsung. Murder One adalah nama rig (ampli bass merk Marshall) milik Lemmy Kilmister yang digunakan sejak tahun 1976. Ya, lagu ini adalah penghormatan untuknya, karena tanpa Lemmy kurasa takkan ada Metallica, dan juga (mungkin) band-band lain. Dia adalah inspirasi, kekuatan yang tak goyah, tapi bukannya tak bisa disentuh. Dia sangat rendah hati, nyata, punya filosofi hidup. Karakter yang mudah dicintai, meski tampangnya menakutkan. Dan dia akan selalu dirindukan, jadi kupikir kenapa tidak kita merayakan hidupnya lewat lagu.

SPIT OUT THE BONE
SC: Seperti tentang tempat yang dikuasai mesin dan Intelegensia Buatan.
JH: Terima kasih GBH (band) untuk lirik "spit out the bone" meskipun lagu mereka berbeda. Lagu mereka berkisah tentang Kelompok Donner (lihat di sini) dan kanibalisme. Tapi lagu ini berkisah tentang rasa heran dan takut pada, sekali lagi, apa yang terjadi pada manusia. Kemungkinan masa depan yang mirip (film) Terminator, semacam itu. Kita memakai jam pintar, internet sepanjang hari. Untuk apa khawatir tentang "emosi"? Jatuh cinta dan patah hati? Ini adalah cara untuk efisiensi! Kita bisa menjadi ras yang paling efisien lewat bantuan komputer. Benar komputer membantu kita, tapi seberapa jauh? Jadi "Spit Out The Bone (muntahkan tulangnya)" adalah bahwa tulangmu sudah tidak diperlukan lagi, Hancur!


Artwork sampul album sempat menjadi topik perdebatan hangat di forum Met Club karena dinilai "kurang metal" dan dicurigai menjiplak karena mirip dengan desain sampul band lain seperti Odd Fellows Rest (1998) dari Crowbar dan Wasting Lights (2011) dari Foo Fighters. Tentang hal ini tidak ada komentar dari band. Artwork dan desain sampul dirancang oleh Herring & Herring yang juga menggarap pesohor lain seperti Ozzy Osbourne dan Oprah Winfrey (cek proyek Herring & Herring dengan Metallica)

James Hetfield – Guitar, Vocals
Lars Ulrich – Drums
Kirk Hammett – Guitar
Robert Trujillo – Bass

Produced by Greg Fidelman with Hetfield & Ulrich
Recorded & Mixed by Greg Fidelman
Additional Recording by Mike Gillies & Sara Lyn Killion
Digital Editing by Dan Monti, Jim Monti & Jason Gossman
Assistant Engineering by Sara Lyn Killion & Kent Matcke
Album Production Coordination by Lindsay Chase
HQ Album Production Coordination by Kent Matcke

Recorded and Mixed May 2015 – August 2016 at HQ in San Rafael, CA
Mastered by Dave Collins at Dave Collins Mastering, Los Angeles, CA

BONUS CD

LORDS OF SUMMER
Produced by Greg Fidelman with Hetfield & Ulrich
Recorded & Mixed by Greg Fidelman
Recorded and Mixed May 2015 – August 2016 at HQ in San Rafael, CA
Additional Recording by Mike Gillies & Sara Lyn Killion
Digital Editing by Dan Monti, Jim Monti & Jason Gossman
Assistant Engineering by Sara Lyn Killion & Kent Matcke
Album Production Coordination by Lindsay Chase
HQ Album Production Coordination by Kent Matcke

RONNIE RISING MEDLEY
Produced & Mixed by Greg Fidelman
Recorded & Engineered by Mike Gillies, Kent Matcke & Sara Lyn Killion
Recorded February-March 2012 at HQ in San Rafael, CA
Additional Engineering by Dan Monti

WHEN A BLIND MAN CRIES
Produced & Mixed by Greg Fidelman
Recorded & Engineered by Mike Gillies, Kent Matcke and Sara Lyn Killion
Recorded & Mixed February-March 2012 at HQ in San Rafael, CA
Additional Engineering by Dan Monti

REMEMBER TOMORROW
Produced & Mixed by Greg Fidelman
Engineered by Greg Fidelman
Assistant Engineering by Kent Matcke
Recorded May 2008 at HQ in San Rafael, CA
Mixed at The Village in Santa Monica, CA
Edited by Dana Nielsen
Mix Assisting by Sara Killion

Songs 5-13 Recorded live on April 16, 2016 at Rasputin Music in Berkeley, CA
Mixed by Greg Fidelman
Recorded by Mike Gillies
Assisted by Sara Lyn Killion & Kent Matcke
Digital Editing by Dan Monti

HARDWIRED (LIVE)
Recorded live on August 20, 2016, at US Bank Stadium in Minneapolis, MN
Mixed by Greg Fidelman
Recorded by Mike Gillies
Assisted by Sara Lyn Killion & Kent Matcke
Digital Editing by Dan Monti

Mastered by Howie Weinberg and Gentry Studer at Howie Weinberg Mastering, Los Angeles, CA

Album Design / Creative Direction by Turner Duckworth
Photography / Creative Direction by Herring & Herring
Brain scan photography sourced from Shutterstock

Management by Q Prime Inc.

Album Soundtrack Metallica Through The Never 2013
Metallica Single & EPs (1983 - sekarang)
Album Death Magnetic 2008