Pages

Selasa, 12 November 2013

Album Kill 'Em All - 1983

KILL ‘EM ALL
Rilis: 
25 Juli 1983.
Rekaman: 
10-27 Mei 1983 di Music American Studios, Rochester, NY.
Durasi: 
51:15
Label: 
Megaforce (US), Music for Nations, Roadrunner (EU)
Produser: 
Paul Curcio


Tracks :
1.      Hit the Lights (Hetfield, Ulrich) 4:16
2.      The Four Horsemen (Hetfield, Ulrich, Mustaine) 7:13
3.      Motorbreath (Hetfield) 3:08
4.      Jump in the Fire (Hetfield, Ulrich, Mustaine) 4:41
5.      (Anesthesia) – Pulling Teeth (Burton) 4:15
6.      Whiplash (Hetfield, Ulrich) 4:10
7.      Phantom Lord (Hetfield, Ulrich, Mustaine) 5:02
8.      No Remorse (Hetfield, Ulrich) 6:26
9.      Seek & Destroy (Hetfield, Ulrich) 6:55
10.  Metal Militia (Hetfield, Ulrich, Mustaine) 5:09

Bonus lagu pada rilis ulang Elektra 1988
11.  Am I Evil? (original by: Diamond Head) 7:49
12.  Blitzkrieg (original by: Blitzkrieg) 3:35

Bonus lagu versi digital rilis ulang
11. The Four Horsemen (live in Seattle 1989) 5:31
12. Whiplash (live in Seattle 1989) 4:19


Latar belakang
Formasi asli dari Metallica untuk album ini adalah James Hetfield (gitar/vokal), Lars Ulrich (drum), Ron McGovney (bass), dan Dave Mustaine (lead gitar). Karena ketegangan dengan Mustaine, McGovney mundur yang kemudian diganti Cliff Burton. Mustaine sendiri dipecat April 1983 atau hanya satu bulan sebelum rekaman, dan digantikan Kirk Hammett, gitaris dan pendiri band Exodus saat itu. 

Dibalik segala perbedaan, kontribusi Dave Mustaine dalam album ini cukup dikenali. Dia adalah salah satu penulis dari 4 lagu: ‘The Four Horsemen’ (aslinya berjudul ‘The Mechanix’), ‘Jump in the Fire’, ‘Phantom Lord’, dan ‘Metal Militia’. Dalam 4 lagu ini, Hammett mengisi gitar solonya sebagian berdasar pada solo asli milik Mustaine. Dalam wawancara dengan Guitar World, Hammett menyatakan bahwa 4 bar pertama solo milik Mustaine dimainkan, selebihnya dikembangkan sendiri oleh Hammett.

Judul Album
Sebelumnya, band menginginkan judul album ini adalah Metal Up Your Ass dengan gambar sampul toilet dengan tangan muncul dari dalamnya menggenggam pisau. Namun pihak label dan distributor menolak judul itu dan minta mereka segera mengganti. Mendengar hal ini Cliff Burton merespon: “We shoud just kill ‘em all, man.” Ternyata kalimat itu disukai anggota band lain dan dijadikan judul album, dengan gambar sampul bayangan tangan melepaskan palu berlumur darah.

Cetakan vinyl pertama album ini dengan sampul dalam yang terdapat foto dan lirik serta label perak pada keping vinyl. Cetakan berikutnya memiliki sampul putih polos dan label album standar. Tahun 1988 dirilis ulang keluarkan kembali lirik dan foto. Rilis pertama dapat dibedakan dari adanya kalimat “Bang That Head That Doesn’t Bang” pada bagian atas cover belakangnya.

Label Elektra pernah lakukan rilis ulang album ini tahun 1988 dengan tambahan lagu ‘Am I Evil?’ dan ‘Blitzkrieg’, namun edisi ini dihilangkan dan menjadi koleksi langka para kolektor. Tahun 2006 Jepang merilis CD dengan susunan yang sama dengan rilis Elektra 1988. Sementara untuk versi digital download diberikan bonus 2 tracks, yaitu ‘The Four Horsemen (live Seattle 1989)’ dan ‘Whiplash (live Seattle 1989)’. Album ini pernah dicover secara utuh oleh band harpa bernama Harptallica.

‘Hit The Lights’
Sebagian besar materi lagu ini diangkut dari band lama James Hetfield Leather Charm. Versi pertama lagu ini bisa didengar dalam album kompilasi Metal Massacre 1, versi kedua bisa dijumpai dalam demo 1982 demo (atau Whiskey A-Go-go demo), sedangkan versi ketiga terdapat dalam demo No Life 'Til Leather, demo ini banyak beredar secara bootleg dan paling ngetop dari Metallica hingga menghasilkan kontrak rekaman dengan Megaforce Records. Lagu ini juga muncul di game Guitar Hero: Metallica bersama ‘Whiplash’ dan ‘Seek & Destroy’.

‘The Four Horsemen’
Lagu ini adalah pengerjaan ulang dari karya Mustaine ‘The Mechanix’ yang dia tulis sejak masih di band lamanya, Panic. Lirik The Mechanix berbeda, lebih dekat dengan referensi simbolis pada tema seksual. Keluar dari Metallica, lagu ini dimasukkan oleh Mustaine dalam album pertama Megadeth, Killing Is My Business... and Business Is Good! dengan judul lebih singkat: ‘Mechanix’ dan tempo yang lebih cepat. Mustaine juga ungkapkan bahwa bridge lagu ini terinspirasi dari riff lagu ‘Sweet Home Alabama’ karya Lynyrd Skynyrd. Ketika digarap dalam album Kill Em All, lagu ini sedikit diubah oleh Lars dan James, terutama liriknya.

‘Jump In the Fire’
Lirik awal lagu ini ditulis oleh Mustaine, juga berisi tentang tema seksual. Sedangkan lirik yang ditulis Hetfield tentang sudut pandang Iblis menonton manusia yang saling membunuh, yang tentunya membuat mereka masuk neraka, diibaratkan “masuk ke api /jump in the fire”. Perbedaan lagu ini dibandingkan dengan yang ada di demo No Life ‘Til Leather selain tema liriknya, juga adanya gitar outro di menit 3:46. Lagu ini diluncurkan sebagi single kedua, bersama dua lagu ‘live palsu’ “Phantom Lord” dan “Seek and Destroy” yang direkam di studio tapi ditambah efek suara audiens.

Menurut Lars Ulrich dalam wawancara tahun 1991, lagu ini terinspirasi dari lagu Iron Maiden berjudul ‘Run to the Hills’, yang jadi nomor 1 saat Kill ‘Em All dalam proses penulisan. Cover single ‘Jump In the Fire’ menggambarkan lukisan cat minyak berjudul The Devils of D-Day karya Les Edwards tahun 1978.

‘(Anesthesia) - Pulling Teeth’
Lagu ini adalah instrumental bass solo oleh Cliff Burton, dengan ditemani gebukan drum Lars Ulrich menjelang akhir lagu. Lagu ini menunjukkan keunikan gaya main bass Cliff Burton yang sering disebut ‘lead-bass’ ditambah distorsi penggunaan pedal wah wah dan teknik tapping. Di awal lagu kita bisa dengar Burton mengatakan: “Bass solo, take one,” seperti menginformasi kepada pendengar bahwa rekaman lagu ini dilakukan dengan bass, dan dalam sekali pengambilan. Lagu ini lah yang membuat James Hetfield dan Lars Ulrich terkagum-kagum saat dimainkan live di the Whiskey A-Go-Go sekitar tahun 1982, dan segera mengajak Cliff bergabung. Bersama dengan ‘Motorbreath’ lagu ini muncul di film indie Hesher.

‘Whiplash’
Lagu yang paling akhir diciptakan di album ini. Dipilih sebagai single pertama dari album. Liriknya bercerita tentang perasaan seseorang saat ber-headbang. “Bang your head against the stage like you never did before, Make it ring, make it bleed, make it really sore” atau “You’re thrashing all around, acting like a maniac” bisa menjadi contohnya. Dalam beberapa pentas, lagu ini sering dinyanyikan sebagian atau seluruhnya oleh Jason Newsted, terlihat dalam Live Shit: Binge & Purge di San Diego CA 1992. Jason juga menyanyikan secara utuh saat James tidak hadir dalam konser Metallica karena cedera punggung, yaitu di Georgia Dome Atlanta 7 juli 2000, Sparta Kentucky 8 Juli 2000, dan Texas Stadium, Irving, TX 9 Juli 2000.

Lagu ini sering di-cover oleh grup lain. Motorhead memenangkan Grammy Award pertama mereka dari meng-cover lagu ini dalam salah satu album tribute kepada Metallica, Metallic Attack: The Ultimate Tribute. Kurt Cobain, frontman band grunge Nirvana pernah mengaku kepada Kirk Hammett lagu Whiplash adalah lagu Metallica favoritnya.

‘Phantom Lord’
Lagu ini di-cover oleh Anthrax dan dimasukkan sebagai sisi B dalam album Volume 8: The Threat is Real. Juga bisa ditemui pada single lagu ‘Inside Out’ dan pada kompilasi album ECW: Extreme Music.

‘No Remorse’
Di-cover oleh band aliran death metal Cannibal Corpse dalam album Gore Obsessed (2002) dan dalam EP Worm Infested (2003).

‘Seek & Destroy’
Lagu ini sering dimainkan di konser sepanjang tahun sejak debutnya tahun 1982 dan menjadi lagu penutup setiap konser sejak tur Madly In Anger with the World. Lagu ini juga menjadi lagu tema seorang pegulat WCW yang kini jadi pegulat TNA, Sting, dan juga lagu tema untuk AAA Cibernetico. Untuk Sting, lagu diambil dari rekaman live di Woodstock tahun 1999 yang kemudian dimasukkan dalam kompilasi WCW Mayhem: The Music tahun 1999.

Album Kill ‘Em All menerima banyak respon positif. Pengamat Allmusic Steve Huey memberi nilai 5/5 dan menyebut sebagai “kelahiran thrash yang sebenarnya.” Dia memuji teknik rhythm gitar Hetfield dan menggambarkan anggota lain sebagai “trampil, bermain dengan kontrol ketat dan kuat bahkan dalam tempo sangat cepat”. Dia menambahkan bahwa gaya bermain band ini menyebabkan sulit bernafas mendengar dari ‘Hit The Lights’ hingga ‘Metal Militia’. John Heller dalam kolomnya di The A.V. Club menyebut album ini “menjadi titik tolak mengukur dari mana (aliran) thrash awal bermula”. Tahun 1989, Kill ‘Em All menduduki ranking 35 dalam list majalah Rolling Stone The 100 Greatest Albums of the 80’s. Majalah Kerraang! Menempatkan di nomor 29 diantara “100 Greatest Heavy Metal Albums of All Time”. Album ini menempati puncak tangga di urutan 120 US Billboard 200 tahun 1986, setelah Metallica meraih popularitas dengan album ketiganya. Mendapatkan sertifikat Gold (laku 500.000 kopi atau lebih) tahun 1989, platinum (1 juta kopi) tahun 1991, 2x platinum (2 juta kopi) di tahun 1995, dan 3x platinum tahun 1999, khusus untuk area USA saja.

Personel
Metallica
James Hetfield – lead vocals, rhythm guitar
Lars Ulrich – drums
Cliff Burton – bass guitar, backing vocals
Kirk Hammett – lead guitar

Produksi :
Paul Curcio, John Zazula – produser
Chris Bubacz – engineer
Alex Perialas (first pressing, ditulis ‘Alex Perialis’), Bob Ludwig (rilis setelahnya) – mastering
George Mariano – remastering

1 komentar:

  1. baca artikel ini sambil dengerin album kill' em all emang mantap.

    BalasHapus